Cara Memilih Bisnis MLM yang Baik: Yang Aman dan Dijamin Menghasilkan

Bisnis MLM atau Network Marketing adalah salah satu alternatif terbaik bagi Anda yang ingin memiliki sumber penghasilan tambahan. Kuncinya adalah memiliki 2 syarat berikut ini:

  1. Cara menjalankannya yang benar
  2. Perusahaan yang benar.

OK, pada kali saya akan membahas poin kedua dulu sesuai dengan judul, yaitu bagaimana cara memilih bisnis MLM yang baik.

Pastikan Halal, Yaitu MLM Yang Sesuai Dengan Syariah

Bagi Anda yang Muslim, tentunya halal adalah tolak ukur yang paling penting. Bagaimana cara mengetahui sebuah perusahaan MLM atau Network Marketing itu syariah atau tidak? Di Indonesia, yang memiliki otoritas paling kuat adalah Dewan Syariah Nasional MUI (DSN MUI).

Jadi bukan klaim sepihak, bukan juga kata seseorang. Pendapatkan yang bisa dijadikan acuan adalah pendapat DSN MUI. Pastinya akan terjadi perbedaan pendapat, bahkan berkaitan hukum MLM itu sendiri. Tapi supaya kuat dan bisa diandalkan, maka ambil pendapat DSN Pusat.

Sebuah perusahaan MLM atau Network Marketing dikatakan syariah jika mendapatkan sertifikat dari DSN MUI dan nama perusahaan itu ada di sertifikat itu. Mungkin ada sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga lain, tetapi di Indonesia, MUI paling kuat.

Terdaftar di APLI

Sebenarnya jika sudah mendapatkan sertifikat syariah, sudah OK. Karena baik APLI maupun MUI pastinya supaya perusahaan MLM di Indonesia menjadi sebuah perusahaan yang baik, sesuai dengan definisi network marketing yang benar, bukan money game.

Bagi Muslim, sudah OK jika sudah syariah. Bagi non Muslim, standarnya bisa mengikuti APLI. Jika punya keduanya, pasti baik.

Bukan Money Game

Sebenarnya jika sudah mendapatkan sertifikat syariah dan APLI, sudah dipastikan itu bukan money game. Bedanya money game dan MLM yang benar adalah adanya bonus dari rekrutmen, sementara MLM yang benar bonus didapatkan hanya dari omset penjualan produk.

Punya Badan Hukum Yang Jelas

Supaya jelas dan lebih aman, bukan perusahaan yang dibuat oleh individu. Pastikan minimal sudah berbentuk PT. Anda bisa cek di website pemerintah ini. Masukan nama perusahaan kemudian enter.

Nanti Anda akan melihat, apakah perusahaan itu nyata atau fiktip.

Produknya Beragam dan Dibutuhkan Oleh Masyarakat

Karena MLM yang benar itu bonus dari produk, maka produknya harus beragam dan dibutuhkan oleh masyarakat. Tujuannya agar terjadi penjualan yang stabil dan terus-menerus dan memberikan bonus bagi Anda.

Sulit mendapatkan bonus dari produk tunggal dan tidak benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Penjualannya tidak akan stabil.

Ada Tupo (Ini Keuntungannya)

Banyak orang yang menghindari tupo, tapi saya justru malah menganjurkannya. Kenapa? Ya, supaya setiap member termotivasi untuk menggerakan produk (menjual atau mengkonsumsi). Dengan tupo, omset akan hidup terus dan Anda mendapatkan bonus.

Bagi Anda yang baru gabung, tidak perlu khawatir dengan tupo, toh jika tidak tercapai juga tidak apa-apa, tidak ada hukuman.

Dan Anda jangan hanya berpikir sebagai downline, tetapi berpikirlah bahwa Anda sudah punya downline. Semakin banyak downline Anda, dan semakin banyak mereka belanja, maka Anda yang akan mendapatkan manfaatnya.

Tupo itu ibarat target prestasi, sama hal seperti Anda bekerja di perusahaan, dituntut ada pencapaian minimal.

Ada Support System

Ini adalah sesuatu yang wajib, dimana perusahaan memiliki support system untuk membantu distributornya meraih sukses. Ada sistem perekrutan, training, dan sistem pembinaan yang dikelola secara profesional.

Didukung Oleh IT Dan Sistem Online

Sistem IT untuk input belanja produk yang ujungnya ke perhitungan bonus. Tidak peduli Anda ada dimana, dengan sistem IT belanja Anda dan tim Anda akan mudah direkap. Sehingga perhitungan bonus tidak harus menunggu lama.

Sistem Online saat ini sangat dibutuhkan. Bukan hanya karena ada pandemi, tetapi juga sekarang sudah zamannya online. Jika tidak online, bisa ketinggalan zaman.

Sistem Yang Adil dan Transparan

Sebenarnya jika sudah mendapatkan sertifikat syariah, akan adil, tidak dzalim, dan tidak merugikan siapa pun. Karena syariah tidak membolehkan dzalim atau merugikan.

Untuk transparansi, sebenarnya Anda bisa melihat marketing plan, itulah pembagian keuntungan yang akan dibagikan ke distributornya.

Harga Produk Masih Wajar

Kebanyakan perusahaan MLM biasanya mengambil produk kualitas premium. Jika harganya berbeda dengan harga pasaran, karena memang dari segi kualitas lebih baik. Tapi jangan sampai mahalnya berlebihan.

Bonus itu diambil dari biaya marketing. Sistem bisnis biasa pun ada biaya marketing. Jika bisnis biasa, biaya marketing untuk iklan, untuk artis, untuk diskon distribusi, maka perusahaan MLM semua biaya marketing masuk ke distributornya.

Biaya Pendaftaran Murah

Hampir semua perusahaan MLM yang sudah mendapatkan sertifikat syariah dan APLI, biaya pendaftarannya murah. Jika ada yang sedikit mahal, biasanya karena mengharuskan membeli produk. Seharusnya tidak boleh. Daftar, ya daftar saja. Beli produk urusan lain.

Biaya pendaftaran biasanya hanya untuk administrasi dan biaya pembuatan starter kit. Misalnya untuk buku katalog dan buku panduan sukses termasuk kartu anggota.

Adakah Network Marketing atau MLM yang mengikuti itu semua? Jawabannya ada, klik link dibawah.